Melahirkan dengan ILA

Saat menghadapi proses persalinan jika rasa nyeri dirasakan sudah tak tertahankan lagi Anda tak perlu cemas. Pasalnya, teknologi kedokteran saat ini memiliki cara menyiasatinya. Salah satunya, dengan menggunakan Intrathecal Labor Analgesia (ILA). Lantas, bagaimana metode ini bekerja?

Mediana (25 tahun) terlihat cemas menghadapi proses persalinan bayi pertamanya. ‘’Diana, sayang kamu jangan tegang ya. Ayo, berusaha tenang. Kalau kamu tegang bisa-bisa justru semakin memperburuk rasa nyeri,’’ucap Fatma (48 tahun), ibunda Mediana saat menemani proses persalinan putrinya di sebuah rumah sakit. Benar saja, kian lama ia merasa rasa nyeri menghinggapinya lebih dasyat dari sebelumnya. ‘’Dok, apa ada cara untuk mengurangi rasa nyeri istri saya?,’’tanya Aldi (28 tahun), suami Mediana, setengah panik.

Setiap calon ibu yang menghadapi awal proses persalinan, akan merasakan nyeri yang hilang timbul secara teratur. Kemudian, rasa sakit akan semakin sering terasa, dan mencapai klimaks pada saat persalinan hampir terjadi. ‘’Pada banyak kasus, para ibu merasa cukup kuat menahan rasa nyeri melahirkan itu, tetapi tidak sedikit pula yang merasa tak sanggup. Ini disebabkan, ambang rasa sakit seseorang bisa berbeda-beda, Penyebab munculnya rasa nyeri pada proses persalinan sendiri  dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti :

  1. Adanya kontraksi rahim regular yang intensitasnya semakin meningkat.
  2. Proses perlunakan dan pembukaan jalan lahir.
  3. Stress berlebihan yang kemudian meningkatkan ambang nyeri. Hal ini biasanya dihubungkan dengan adanya produksi hormon prostaglandin secara berlebih.

ILA
Sebenarnya, saat menghadapi proses persalinan jika rasa nyeri dirasakan sudah tak tertahankan lagi Anda tak perlu cemas. Pasalnya, teknologi kedokteran saat ini memiliki  cara menyiasatinya. Salah satunya, dengan menggunakan Intrathecal Labor Analgesia (ILA). David C. Campbell, MD MSc FRCPC seorang pakar anestesi dari Department of Anesthesia, Royal University Hospital, Saskatoon Health Region, Saskatoon, Saskatchewan, Kanada menyebutkan rasa sakit saat persalinan sebagai rasa sakit yang teramat sangat yang pernah atau akan dialami wanita dalam hidupnya. ‘’Penemuan teknik untuk menghilangkan rasa sakit saat persalinan merupakan suatu penemuan penting, dalam dunia kedokteran’’katanya dalam cja-jca.org.

Plus Minus ILA
Berbeda dengan teknik yang sebelumnya telah popular dengan nama epidural, ILA memiliki sejumlah kelebihan, antara lain:

  • Manfaatnya dapat dirasakan segera setelah disuntik, sedangkan epidural membutuhkan waktu relatif lebih lama.
  • Dosis kecil. ILA, tutur dr. UF, merupakan suatu terobosan. Pasalnya, dosis obat anestesi yang digunakan sangat kecil sehingga kemungkinan efek samping lebih rendah. ‘’Selain itu, tidak ada alat apapun yang tinggal dalam tubuh karena memang sama sekali tidak menggunakan alat/selang. Dengan demikian kemungkinan terjadi komplikasi lebih rendah,’’paparnya.
  • Efektif. Menurut Karen M Wildman, dkk dalam Journal of Family Practice, ILA merupakan suatu teknik yang sangat efektif untuk mengurangi rasa sakit pada proses awal persalinan. ‘’Tak kalah penting, prosedur teknisnya pun sederhana sehingga mudah dalam pelaksanaannya,’’paparnya dalam findarticles.com.

Meski pun merupakan teknik pengurangan rasa nyeri yang aman bagi ibu maupun bayi, tetapi sebaiknya Anda memperhatikan sejumlah hal terlebih dahulu. Diantaranya adalah :

  • Syarat-syarat melahirkan normal terpenuhi. ILA diperuntukan bagi Anda yang menginginkan melahirkan secara normal (per vaginal) tetapi berkehendak mengurangi rasa nyeri. Untuk itu, baik kondisi Anda dan bayi harus dalam keadaan yang memungkinkan dilakukan persalinan normal.
  • Posisi ibu berbaring dengan kepala lebih tinggi. Dalam pelaksanaannya, Anda akan berbaring pada posisi yang sama layaknya akan melahirkan normal, hanya saja kepala harus lebih tinggi. Ini berguna untuk menghindari efek analgesi yang lebih tinggi dan mengganggu pernafasan.
  • Disuntikan setelah pembukaan 4. ILA baru dapat dilakukan setelah terjadi pembukaan 4, dengan estimasi persalinan sudah selesai sebelum 8 jam. ‘’Jika, setelah delapan jam persalinan belum terjadi, dokter akan mengevaluasi ulang. Apabila tidak ditemukan kontraindikasi dan persalinan masih bisa dilanjutkan secara normal, maka pemberian suntikan ulang dapat dilakukan,
  • Perlu Monitor tensi. Selama persalinan, Infus terpasang dan tensi Anda akan dipantau. Jika kemudian diketahui adanya tensi/tekanan darah menurun, maka dokter akan memberikan tindakan khusus.
  • Bisa lupa mengejan. Pada sejumlah kasus, ILA membuat calon ibu lupa mengejan. Sehingga harus ‘diingatkan’ oleh petugas medis. Dampaknya, ada kecenderungan Anda harus mengejan lebih lama.
  • Pemulihan lebih lama. Wanita yang melahirkan normal tanpa bantuan ILA, umumnya sudah dapat mulai beraktivitas 2 jam setelah melahirkan. Jika menggunakan ILA, maka Anda harus berbaring/istirahat sekitar 24 jam sejak diberikan suntikan.
  • Bukan jaminan melahirkan normal. Meski pun pada awal proses persalinan Anda dinilai dapat melahirkan secara normal, jika pada akhirnya ternyata ditemukan kondisi tertentu, seperti bayi mal posisi, terjadi gawat janin, ibu tidak bisa mengejan, dan pinggul ternyata tidak cukup luas, maka operasi caesar tetap dapat dilakukan.

Incoming search terms:

melahirkan dengan ILA,melahirkan normal dengan ila,persalinan ILA,melahirkan ila,ila melahirkan,syarat persalinan normal,metode ila,persalinan dengan ila,persalinan metode ila,metode melahirkan ila,syarat melahirkan normal,suntik ila,melahirkan dengan metode ila,melahirkan secara ila,suntik ila untuk melahirkan,penemuan terbaru tentang persalinan,pengertian ila dalam persalinan,metode melahirkan secara ila,anestesi ila,cara melahirkan ila
Share