Kepada Yth Dokter, Perkenankan saya untuk bercerita dan bertanya beberapa hal.
Saya menikah pada Juni 2008. Namun, sampai saat ini kami belum punya keturunan. Berikut saya sampaikan rekam medis saya : Siklus menstruasi saya memang tidak teratur sejak sebelum menikah (1 bulan datang 2 kali, saat haid yang pertama memang saya rasakan nyeri haid/nyeri pinggang seperti biasa, sedangkan haid yang kedua saya tidak merasakan nyeri haid seperti haid yang pertama melainkan nyeri pada perut bagian bawah kanan atau kiri, namun kuantitas haid yang kedua tidak sebanyak haid yang pertama).
Saya sudah memerikasakan diri ke empat dokter kandungan yang berbeda. Pada Februari 2009, saya memerikasakan diri pada dokter spesialis kandungan pertama, setelah di USG, ternyata ada penebalan pada dinding rahim yang katanya menyebabkan ketidakseimbangan hormon kehamilan. Saya diberi obat berupa tablet putih lonjong dan agak besar untuk diminum beberapa hari untuk menghilangkan penebalan pada dinding rahim dan menyeimbangkan hormon kehamilan, pada hari ke 5/6 haid kedua keluar gumpalan darah yang agak banyak dari vagina. Setelah diperikasakan lagi, ternyata penebalan dinding rahim saya sudah hilang dan rahim sudah dinyatakan normal, kemudian untuk program kehamilan, saya di beri pil KB yang harus diminum selama 3 bulan, masing-masing bulan selama 21 hari, dengan waktu minum disesuaikan dengan tanggal sesudah haid. Menurut dokter pertama, setelah saya mengkonsumsi pil KB tersebut haid saya akan teratur dan saya bisa segera merencanakan kehamilan. Haid saya kembali teratur, keadaan ini berlangsung ± 5 bulan.
Pada November 2009, siklus haid saya kembali tidak normal, saya kembali memeriksakan diri pada dokter kandungan kedua, setelah di USG, dokter menyatakan rahim saya dalam keadaan sehat, tidak ada kista, miom, kangker ataupun tumor. Saya hanya diberi obat penyubur. Haid saya kembali teratur, keadaan ini berlangsung ± 2 bulan.
Pada Mei 2010, saya kembali memeriksakan diri ke dokter kandungan ketiga, setelah di USG dalam (melalui vagina), hasilnya sama seperti keterangan dokter kedua, menurutnya keluarnya darah tersebut merupakan darah haid yang belum tuntas, untuk menghentikan pendarahan saya diinjeksi sebanyak 3 kali dengan selang waktu masing-masing selama 12 jam. Haid saya kembali teratur, keadaan ini berlangsung hanya 1 bulan.
Pada November 2010, saya kembali memeriksakan diri pada dokter ke empat. Hasil pemeriksaan USG sama dengan dokter kedua dan ketiga. Untuk menghentikan pendarahan saya diberi tablet Norelut yang diminum selama 10 hari. Alhamdulilah, haid saya teratur hingga saat ini. Kemudian oleh dokter, kehamilan saya diprogram, yaitu dengan mengkonsumsi profertil selama 5 hari/bulan, terhitung sejak hari ke 5 haid. Selain itu waktu hubungan dengan suami juga dijadwal, dan juga beberapa petunjuk lainnya selama berhubungan. Terakhir periksa bulan kemarin, menurut dokter keempat, jikalau pada bulan ini program kehamilan belum juga berhasil, maka akan dilakukan pemeriksaan HCG, yang mau saya tanyakan adalah :
1. Apakah ini memang diperlukan untuk saat ini?, terus terang mental saya kurang siap mengingat pemeriksaan tersebut menggunakan sinar radiasi, apakah tidak ada langkah lain yang memiliki tujuan sama seperti HCG?
2. Sejak pemeriksaan pada dokter keempat, pada hari ke 15/16/17 dari hari pertama haid, saya merasakan nyeri pada perut bagian bawah kanan atau kiri (seperti pada saat haid saya tidak teratur), dan juga disertai dengan keluarnya lendir beserta darah yang tidak terlalu banyak, namun ini hanya berlangsung sekitar satu hari. Setelah rasa nyeri hilang, darahpun juga tidak keluar lagi. Menurut dokter keempat, keadaan ini mungkin dikarenakan sel telur saya pecah dan itu normal atau rahim saya sedang dalam keadaan subur. Menurut dokter apakah keadaan ini aman bagi saya untuk melakukan hubungan dengan suami ?, mengingat tanggal-tanggal tersebut adalah jadwal kami melakukan hubungan.
3. Setiap kali berhubungan, setelah Mr “P” suami dikeluarkan dari vagina saya, selalu diikuti dengan keluarnya banyak cairan. Walaupun saya sudah menggunakan 2 bantal untuk menyangga pinggul selama 1 jam setelah berhubungan. Menurut dokter apakah ini termasuk salah satu penyebab saya belum hamil ?
4. Suami saya sudah melakukan analisa sperma, hasilnya adalah 40 % normal dan 60 % abnormal (tidak bergerak dan bentuk tidak normal). Menurut dokter apakah ini juga termasuk salah satu penyebab saya belum hamil ?
Saya ucapkan terima kasih atas penjelasan dokter, saran dokter sangat berharga buat saya dan suami.
Ila-Madura
jawab :
jawab :
saya jawab singkat aja ya..seseorang bisa hamil harus mempunyai syarat bisa bertemunya sperma dan sel telur..pemeriksaan HSG utk mengetahui saluran telur terbuka atau tidak..sekarang ada cara baru untuk hamil dgn inseminasi maupun invitro fertilization…
Incoming search terms:
norelut tablet,
cara mengatasi penebalan dinding rahim,
PROGRAM KEHAMILAN,
obat penebalan dinding rahim,
dokter untuk program kehamilan,
efek pakai neo gynoxa,
perut kanan bawah mengganjal setelah inseminasi,
neo gynoxa pagi hari berbentuk flek coklat,
cara menyembuhkan penebalan dinding rahim,
cara mengobati penebalan dinding rahim,
cara menghilangkan penebalan dinding rahim,
obat untuk mengatasi penebalan dinding rahim,
obat perangsang vagistin,
bagaimana cara mengatasi penebalan dinding rahim,
penggunaan obat neo gynoxa tidak boleh terlalu dalam memasukkan di vagina,
perut bagian bawah sakit setelah memakai neo gynoxa,
perawansesak,
penyebab perut sering kram sesudah caesar?,
penyebab pegal dan nyeri diperut dan rahim pasca kuretase,
penyebab nyeri perut sebelah kiri setelah terlambat haidThis post was submitted by Ila.